Duduk Santai di Masjid Fajar Muda, Guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan Berinovasi Membuat Game Berbasis
TULANGAN – Suasana Masjid Fajar Muda, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan, pada Sabtu (24/10/2026) terasa berbeda. Para ustadz dan ustadzah mengikuti workshop pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan game dan media pembelajaran secara interaktif.
Dengan suasana santai melalui konsep lesehan, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para guru untuk mengenal sekaligus mempraktikkan penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan.
Menariknya, workshop ini menghadirkan pemateri dari kalangan guru sendiri yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan serupa. Mereka berbagi pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan agar semakin banyak guru mampu memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.
Koordinator Sekolah Bidang Sumber Daya Insani, Risky Ardiyansyah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru, memperkaya variasi pembelajaran, serta mengoptimalkan penggunaan perangkat yang tersedia di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan semakin terampil menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sementara itu, salah satu pemateri, Wahdaniftakhillaili, S.Pd., mengajak para guru untuk terbuka terhadap perkembangan teknologi, khususnya AI. Menurutnya, teknologi ini dapat menjadi sarana untuk menemukan gagasan baru dan mengembangkan kreativitas, bukan sebagai sesuatu yang membuat guru bergantung sepenuhnya pada teknologi.
“Guru harus mau dan mampu memanfaatkan AI. Bukan untuk bergantung, melainkan untuk mencari ide-ide kreatif baru dan lebih banyak lagi,” tuturnya.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi praktik pembuatan game dimulai. Para guru mencoba mengembangkan media pembelajaran berbasis AI yang dapat digunakan untuk membuat kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Salah satu hasil karya dalam workshop tersebut adalah game petualangan matematika tentang Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) yang dikembangkan oleh Endah Kurnia Sari, S.Pd. Game ini menghadirkan materi matematika melalui pendekatan yang lebih interaktif sehingga siswa dapat belajar sambil bermain.
Tidak hanya berfokus pada pembuatan karya secara individu, seluruh aplikasi game yang dihasilkan juga dihimpun agar dapat dimanfaatkan oleh guru-guru lainnya. Langkah ini menjadi bentuk nyata semangat berbagi ilmu dan kolaborasi di lingkungan sekolah.
Melalui workshop pemanfaatan AI ini, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan terus mendorong tumbuhnya budaya belajar, berbagi, dan berinovasi di kalangan pendidik. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus mendukung terwujudnya pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Belajar bersama, berbagi inspirasi, dan terus berinovasi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih kreatif.
Komentar