Serunya Ramadhan Ceria: Siswa SD Muda Mengalami Hidup di Pesantren
Selasa hingga Rabu, 11-12 Maret, menjadi hari yang penuh kesan bagi siswa kelas 6 SD Muda. Mereka mengikuti program Ramadhan Ceria di Pondok Pesantren Al Fatah Buduran, Sidoarjosebuah pengalaman unik yang membawa mereka merasakan langsung kehidupan pesantren. Selama dua hari, siswa diajak untuk hidup seperti santri—tidur di asrama, makan bersama, mengikuti jadwal belajar khas pondok, serta merasakan atmosfer religius yang khas.
Dalam sambutannya, Koordinator Ismuba SD Muda, Ust. Nofan Arifianto, S.Pd.I, M.Pd., menyampaikan harapan besarnya terhadap kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengalaman yang berkesan bagi para siswa. Mereka merasakan tidurnya, makannya, belajarnya, dan suasana pondok itu seperti apa, serta berharap anak-anak ingin mondok setelah lulus dari SD Muda,” ujarnya. Harapan ini bukan tanpa alasan, karena kehidupan pesantren membentuk karakter mandiri, disiplin, dan semakin mendekatkan anak-anak dengan ilmu agama.
Sejak tiba di pondok, siswa tampak antusias mengikuti setiap kegiatan. Mereka bangun lebih pagi dari biasanya untuk makan sahur dan sholat subuh berjamaah, lalu mengikuti kajian pagi yang penuh inspirasi. Kegiatan belajar berlangsung dengan suasana yang berbeda dari sekolah, lebih santai namun tetap sarat ilmu. Tak hanya itu, kebersamaan dengan teman-teman dalam satu asrama membuat mereka semakin akrab dan saling membantu satu sama lain.
Saat waktu sahur dan berbuka, mereka belajar makan dengan sederhana dan penuh kebersamaan. Tidak ada makanan yang tersisa, karena di pondok santri diajarkan untuk menghargai rezeki. Malam harinya, kegiatan diisi dengan tadarus Al-Qur’an dan tausiyah yang menambah kekhusyukan Ramadhan. Rutinitas ini memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana santri menjalani hari-hari mereka dengan penuh keberkahan.
Ketika waktunya pulang, banyak siswa yang merasa berat meninggalkan suasana pondok. Meski hanya dua hari, pengalaman ini memberi mereka gambaran nyata tentang kehidupan santri. Beberapa bahkan mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan di pesantren setelah lulus dari SD Muda. Ramadhan Ceria bukan sekadar acara, tetapi momen berharga yang menanamkan nilai-nilai Islam lebih dalam di hati mereka.
Oleh: ABY
Komentar