Asembly Kelas 5 SD Muda Tusida Angkat Tema Ekosistem, Wujudkan Kepedulian Sejak Dini
Mengusung tema ekosistem, Asembly Kelas 5 SD Muda Tusida tampil bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebagai ajakan nyata untuk peduli lingkungan. Koordinator Kelas 5, Dimas Dwi Prasetyo, menjelaskan bahwa kondisi alam Indonesia saat ini sudah berada pada tahap warning, sehingga edukasi tentang keseimbangan ekosistem menjadi semakin penting.
“Tema ini berkaitan langsung dengan aktivitas keseharian mereka. Bukan hanya teori, tetapi harus dipraktikkan,” ungkap Dimas. Ia berharap kegiatan ini membuat siswa memahami bahwa menjaga ekosistem adalah bagian dari mencintai alam.
Pesan tersebut dirasakan langsung oleh Fadiel, siswa kelas 5 Umar bin Khattab, yang mengaku kini lebih memahami cara menjaga keseimbangan lingkungan setelah mengikuti asembly.
Persiapan selama tiga minggu menjadi perjalanan yang cukup melelahkan, namun terbayar lunas saat para siswa tampil penuh percaya diri di hadapan orang tua. Antusiasme wali murid sangat tinggi, terbukti dari kehadiran hampir 90 persen meski acara digelar pada hari kerja.
“Asembly adalah karya dari materi pembelajaran. Dengan cara ini, siswa lebih memahami makna yang dipelajari,” kata Kepala Sekolah, Fakhruddin.
Drama Ekosistem yang Menghidupkan Panggung
Asembly yang digelar pukul 07.30–09.30 ini menampilkan rangkaian peran dalam rantai makanan dan ekosistem, mulai dari petani, jamur, burung elang, tikus, ular, hingga tanaman padi. Drama yang dibawakan menggambarkan bagaimana rantai makanan bekerja, potensi kerusakan ekosistem, hingga langkah-langkah untuk mengembalikan keseimbangannya.
Gelak tawa dan tepuk tangan mewarnai penampilan para siswa. Beberapa adegan yang sempat terlupa justru membuat suasana semakin hidup karena mereka tetap melanjutkan cerita dengan senyum dan penuh percaya diri.
Akhirnya, asembly ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga pengalaman belajar tentang alam, keseimbangan, dan tanggung jawab menjaga lingkungan sejak dini. (*)
Komentar